Jilbab putih selimuti kepalanya
Wajah cantik muncul menawan
Pipi nan merah senyum merekah
Indah dipandang bagai sang dewi
Bintang di langit tersenyum padanya
Sinar mentari sinari langkahnya
Mawar merah indah warnanya
Tanda cintaku selama ini padanya
Ingin ku ungkapkan
Rasa yang telah ku rasakan
Kupendam
Dan ingin ku nyatakan
Rasa cintaku ini
Padanya
Tapi
Aku ini tuli nan bisu
Tak dengar maupun tak ungkapkan
Tapi
Untuk dia
Slalu ada
Wednesday, December 22, 2010
Dia Bukan Untukku
Panas terik membakar kulit
Hawa panas menyebar di permukaan
Tanah gersang menutupi suburnya alam
Segersang hatiku ini
Hatiku kering
Tandus
Dan sepi
Kala kau bersama yang lain
Hatiku retak
Cintaku hancur berkeping – keeping
Kala kau membagi dengan yang lain
Rasa ini
Ku pendam dalam – dalam
Ku simpan rapat – rapat
Tak kan kubiarkan kau mengintipnya
Bahkan menyentuhnya
Karena ku tahu
Aku tak pantas bersanding denganmu
Aku ini
Orang nista yang berharap cintamu
Berikan cintamu pada yang lain
Walau ku tak ingin
Hawa panas menyebar di permukaan
Tanah gersang menutupi suburnya alam
Segersang hatiku ini
Hatiku kering
Tandus
Dan sepi
Kala kau bersama yang lain
Hatiku retak
Cintaku hancur berkeping – keeping
Kala kau membagi dengan yang lain
Rasa ini
Ku pendam dalam – dalam
Ku simpan rapat – rapat
Tak kan kubiarkan kau mengintipnya
Bahkan menyentuhnya
Karena ku tahu
Aku tak pantas bersanding denganmu
Aku ini
Orang nista yang berharap cintamu
Berikan cintamu pada yang lain
Walau ku tak ingin
Tuesday, December 21, 2010
,.. Thanks Friend ..,
Sinar matanya menandakan keceriaan
Canda tawanya menyimpan kelucuan
Tingkah lakunya memancarkan kekanak – kanakan
Itulah sahabat yang ku punya
Dia,
Bagai lilin yang menerangi hari – hariku
Bagai kupu – kupu yang terbang disampingku, menemaniku
Orang yang membuatku tersenyum kala sendiri
Orang yang membuatku tampak berharga di hadapan orang lain
Walau dia terkadang keterlaluan
Walau dia suka usil
Tapi di tetap yang terbaik
Kini ku harus pergi darinya
Meraih impianku dulu
Hanya bisa ku ucapkan
Terima kasih sahabat
Canda tawanya menyimpan kelucuan
Tingkah lakunya memancarkan kekanak – kanakan
Itulah sahabat yang ku punya
Dia,
Bagai lilin yang menerangi hari – hariku
Bagai kupu – kupu yang terbang disampingku, menemaniku
Orang yang membuatku tersenyum kala sendiri
Orang yang membuatku tampak berharga di hadapan orang lain
Walau dia terkadang keterlaluan
Walau dia suka usil
Tapi di tetap yang terbaik
Kini ku harus pergi darinya
Meraih impianku dulu
Hanya bisa ku ucapkan
Terima kasih sahabat
Subscribe to:
Comments (Atom)